SEKILAS INFO
: - Selasa, 20-04-2021
  • 1 bulan yang lalu / • Ujian Sekolah (Praktek) dilaksanakan secara daring tanggal 15 s/d 19 Maret 2021 • Ujian Sekolah (Tertulis) dilaksanakan secara daring tanggal 22 s/d 29 Maret 2021 • Ujian Sekolah (Susulan) dilaksanakan secara daring tanggal 30 s/d 31 Maret 2021 • Pengumuman Kelulusan : 03 Juni 2021 •
  • 1 bulan yang lalu / • Uji Sertifikasi Kompetensi dilaksanakan oleh LSP P-1 SMKN 13 Jakarta • OTKP : 01-09 Maret 2021 • BDP : 01-10 April 2021 • AKL : 19-24 April 2021 • UPW : 01-10 April 2021 • Uji Kompetensi Keahlain (UKK) PRN : Pra UKK 1,2 April 20221, UKK 5,6 April 2021 •
  • 5 bulan yang lalu / • Perhatikan Protokol Kesehatan • Ingat selalu 3 M • Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun, Menjaga Jarak •
Membangun Energi Persahabatan lewat Pendidikan

KOMPAS.com – Tahun ini, Singapore International Foundation (SIF) merayakan 26 tahun kolaborasinya dengan Indonesia. SIF telah membangun keberadaannya di Indonesia sejak 1992 dengan menempatkan fokus pada bidang kesehatan dan pendidikan.

Terkait hal itu, SIF menggelar “SIF Connect! Jakarta” (22/9/2018) untuk saling berbagi pengalaman kolaborasi salah satu mitra, Indonesia Bright Foundation (IBF) dalam memberikan kontribusi pendidikan di Indonesia.

Acara yang dihadiri lebih dari seratus alumni SIF menghadirkan beberapa narasumber untuk berbagi pengalaman dalam melihat nilai-nilai positif pendidikan Indonesia dan Singapura serta kolaborasi yang dapat dikontribusikan oleh setiap negara dalam kerangka persahabatan regional kedua negara.

Teknologi dalam pembelajaran

Salah satu pembicara, Dedeh Suatini, Kepala Sekolah SMAN 2 Padalarang menyampaikan kepada Kompas.com, salah satu sharing knowledge antara Singapura dan Indonesia adalah penerapan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah.

Dedeh adalah seorang pendidik yang berhasil mengembangkan SMAN 11 Bandung menjadi sekolah digital pertama di Indonesia saat menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Ia juga banyak terlibat dalam program Words on Wheels (pustaka keliling) dan Integrated Education.

“Penerapan teknologi dalam proses pembelajaran dapat menjadi solusi dalam menghadapi generasi milenial yang merupakan warga digital. Dengan teknologi, pembelajaran akan semakin menarik minat dan memberikan banyak inspirasi bagi siswa,” jelas Dedeh.

Hal senada disampaikan Teguh Daniel Tampemawa, sukarelawan Singapore International yang turut serta dalam program Intergrated Education. Teguh dengan pengalaman yang dimiliki di Singapura memfasilitasi guru SMA di Bandung dalam penerapan teknologi sebagai media pembelajaran.

Praktik pembelajaran kolaboratif

Para alumni SIF dalam acara SIF Connects! Jakarta (22/9/2018)(Dok. Kompas.com)

Para alumni SIF dalam acara SIF Connects! Jakarta (22/9/2018)(Dok. Kompas.com)

“Praktik pedagogi (pengajaran) dengan berbasis teknologi perlu menjadi strategi baru para pendidik dalam melahirkan para lulusan yang siap menghadapi tantangan era industri 4.0,” jelas Teguh.

Menurutnya pembelajaran berbasis teknologi bukan sekadar menggunakan laptop atau gadget di kelas. “Teknologi perlu dikolaborasikan dengan strategi dan praktik pembelajaran yang mendorong siswa agar lebih mampu berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan persoalan yang ada di sekitar mereka,” tegas Teguh.

Dalam hal ini guru memegang peranan penting. Menurutnya, saat ini guru tidak lagi menjadi subyek pembelajaran di kelas. Dengan kemajuan teknologi dan informasi, guru seharusnya menjadi mediator dan fasilitator siswa dalam mendorong siswa mengembangkan kompetensinya agar siap bersaing secara global.

Mempertahankan pendidikan karakter

Tidak hanya belajar dari pendidikan SIngapura, Budi Soehardi, pendiri Panti Asuhan Roslin di Kupang NTT, sekaligus mitra SIF di Kupang Project mengingatkan bahwa pendidikan Indonesia juga memiliki nilai positif yang harus terus dikembangkan.

“Kita memiliki keunggulan dalam pendidikan terutama dalam pengembangan karakter. Siswa dan orangtua Singapura banyak belajar mengenai pendidikan karakter, diantaranya bagaimana menumbuhkan rasa empati, berbagi hingga semangat gotong royong,” jelas Budi.

Menurutnya, belajar bagaimana meningkatkan kecerdasan harus disertai pula dengan penanaman nilai-nilai positif sudah ada dalam budaya bangsa ini. Kombinasi kedua hal ini akan melahirkan generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas namun juga memiliki karakter moral yang tinggi.

Nunung Kurniawan, pemimpin utama IBF menambahkan melalui kerjasama ini Indonesia dan Singapura bisa saling belajar satu sama lain. Kedua pihak dapat saling berbagi pengetahuan dan juga akses jaringan dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedua negara.

Sumber : Dok Kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

INFORMASI UNTUK PESERTA DIDIK BARU

HASIL SELEKSI PPDB 2020

Video Terbaru

Statistik Web

  • 317377Jumlah Pembaca:
  • 201942Jumlah Pengunjung:
  • 9197Pembaca Bulanan:
  • 669Pengujung Hari Ini:
  • 732Pembaca Hari Ini:
  • 0Sedang Online: